lipi bcs KOMPAS.com — Dua siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kudus, Putri Khusna Millaty dan Yunita Mahda Sari, membuat inovasi sederhana tetapi menarik dan sangat berguna. Keduanya membuat alat pembelah durian. Karyanya diikutsertakan dan dipamerkan dalam National Young Inventors Awards (NYIA) 2013 yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)), Kamis (14/11/2013). “Awalnya dari pengalaman keluarga. Ibu saya suka makan durian tetapi setiap ayah saya tidak ada, ibu tidak bisa makan karena sulit membelahnya,” kata Putri. Ditemui Kompas.com hari ini, Putri dan Yunita menjelaskan bahwa inovasinya dibuat dengan bahan logam, terdiri dari handle, pemutar dengan ulir, ujung logam tajam, serta bagian penampung durian. Untuk mengoperasikan, caranya sangat sederhana. Durian diletakkan di penampung yang ada, kemudian handle dioperasikan sehingga ujung tajam menyentuh durian. Selanjutnya, alat pemutar dioperasikan hingga ujung tajam menembus kulit durian dan membelahnya. Begitu sebagian sisi durian sudah terbelah, sisi lain tinggal dibelah manual menggunakan tangan, dan durian pun bisa dinikmati. Yusnita mengatakan, “Ini portable dan bisa dipakai siapa saja, di rumah bisa, bagi pedagang juga berguna.” Dengan alat ini, kini penikmati durian tak perlu takut tangannya terluka pisau atau benda tajam lain yang dipakai untuk membelahnya. Putri dan Yusnita berharap alat yang diberi nama sesuai fungsinya, “Belah Durian”, itu bisa diproduksi massal.

Editor : Yunanto Wiji Utomo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s