Q O N A ‘A H

Q O N A ‘A H

( NRIMO PARINGANING GUSTI )

Siapapun orangnya hendaklah bersikap qona’ah, menjauhi ketamakan, tidak selalu memandang apa yang dimiliki orang lain dan rakus untuk memperoleh harta. Sikap hidup apa adanya, menerima apa yang telah dikaruniakan Allah SWT, dengan standar minimal dalam makanan, berpakaian dan tempat tinggal. Seseorang yang mendambakan lebih banyak dari kebutuhannya, maka ia orang yang panjang angan-angan, dan terjebak watak tamak, rakus dan tidak qona’ah.

Sahabat Abu Waqid Al Laytsi berkata : Jika Rasulullah mendapat wahyu kami selalu mendatanginya dan beliau pun memberitahukan kepada kami wahyu itu. Pada suatu hari saya mendatanginya, kemudian beliau bersabda : Allah SWT berfirman : ” Kamu diberi harta agar menegakkan salat dan mengeluarkan zakat. Kalau anak Adam mempunyai sebuah lembah dari emas, pasti ia menginginkan lembah yang kedua. Jika ia mempunyai dua lembah emas itu, pasti ia menginginkan tiga lembah. Perut anak Adam tidak dipenuhi kecuali dengan ketamakan. Akan tetapi, Allah mengampuni orang-orang bertaubat”.

Dalam suatu hadits Rasulullah bersabda : “Ada dua macam kerakusan yang membuat seseorang tidak pernah kenyang yaitu orang yang rakus ilmu dan orang yang rakus harta”.

Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW bersabda, dua hal yang membuat seseorang menjadi tua renta dan beruban : pertama, panjang angan-angan dan kedua, cinta harta berlebihan.

Jika terjadi di suatu negeri dimana rakyatnya hidup dibawah standar sedangkan pemimpin dan penguasanya hidup mewah melimpah ruah berarti negeri itu dipimpin oleh orang yang tamak, dan rakus. Jika hal itu terjadi tinggal menunggu saat kehancurannya.

Allah dan Rasul-Nya memuji orang yang bersikap qona’ah, kemudian beliau bersabda : “Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk menjadi orang Islam, hidup seadanya dan bersikap qona’ah. Tidak pandang apa orang fakir atau orang kaya, jika datang hari kiamat musnahlah semuanya. Kaya itu bukan dengan banyaknya harta, tapi kaya itu dengan kelapangan jiwa”.

Sahabat Abu Hurairah berkata : Rasululllah berwasiat kepadaku, “Hai Abu Hurairah, jika engkau sangat lapar, cukuplah dengan sepotong roti dan segelas air putih. Ketahuilah bahwa dunia itu akan binasa”.

Dalam riwayat yang lain Abu Hurairah berkata : bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jadilah orang waro’, niscaya engkau menjadi orang paling banyak beribadah, jadilah orang qona’ah niscaya engkau menjadi orang paling bersyukur. Cintailah orang lain seperti engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya engkau akan menjadi orang mukmin sejati”.

Manusia diharuskan berusaha dan berikhtiar karena rizqi yang disediakan oleh Allah SWT bagi seseorang, harus diraih dengan ikhtiar namun dalam berikhtiar tidak boleh melebihi batas kemampuan (ngoyo).

Sahabat Ibnu Mas’ud berkata : “Jika seseorang diantara kalian berusaha memenuhi kebutuhan, usahalah sewajarnya (tidak ngoyo) karena apapun usaha yang dilakukan oleh seseorang sampai hancur punggungnya, rizqi yang ia dapatkan hanyalah bagian yang telah ditetapkan Allah baginya, tidak akan lebih dari itu.

Karena itu mari kita renungkan selama bulan Ramadhan ini, bagaimana seharusnya kita menyikapi hidup ini, agar tidak terperangkap dalam jebakan sifat tamak, rakus, gila harta, gila kekuasaan yang menjerumuskan kita dalam kehidupan yang hina.

Akhirnya mari bercermin dengan pertanyaan Nabi Musa kepada Tuhannya : “Siapakah hamba-Mu yang paling kaya ?” Tuhan menjawab : “Orang yang paling kaya ialah hamba yang paling qona’ah terhadap apa yang telah Aku karuniakan kepadanya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s