BERPRESTASI SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI

Menurut Abraham Maslow, kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu  sbb :

Tingkat  V   :  Kebutuhan akan Aktualisasi Diri.  Meliputi kebutuhan untuk meningkatkan potensi-potensi, bakat, kreativitas, ekspresi diri, prestasi, dsb

Tingkat IV   :  Kebutuhan akan Penghargaan.  Meliputi kebutuhan dihargainya kemampuan, kedudukan, jabatan, status, pangkat dsb yang dimilikinya

Tingkat III   :  Kebutuhan Sosial.  Meliputi kebutuhan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi (diuwongke), diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerjasama, dsb

Tingkat II    :  Kebutuhan akan Rasa Aman dan Perlindungan.  Menyangkut kebutuhan akan kebebasan dari rasa takut, terlindung dari  bahaya dan ancaman penyakit, perang, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil, dsb.

Tingkat I     :  Kebutuhan Fisiologis.  Kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar, primer dan vital.  Meliputi kebutuhan dasar organisme manusia untuk dapat melaksanakan fungsi-fungsi biologisnya dengan baik seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan, pasangan hidup, dsb

 

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna, luhur dan tinggi derajatnya.  Kesempurnaan manusaia terletak pada kemampuan-kemampuan dasar yang dimilikinya.  Ada 3 kemampuan dasar manusia yakni akal budi (cipta), hati nurani (rasa) dan kehendak bebas (karsa).  Cipta adalah kemampuan mencari, mencoba, mengetahui, memahami dan menghasilkan sesuatu.  Rasa adalah kemampuan mengalami /merasakan sesuatu dan membedakan baik/buruk serta benar/salah.  Karsa adalah dorongan untuk melakukan atau berbuat sesuatu yang berguna bagi hidup baik secara personal maupun sosial.

Ketiga kemampuan ini berkembang secara terpadu dalam setiap pribadi. Hasil pengembangan secara kolektif ketiga kemampuan tersebut dinamakan kebudayaan.  Semakin tinggi tingkat perkembangan cipta, rasa dan karsa manusia semakin tinggi pula tingkat kebudayaan manusia.   Tingginya kebudayaan yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia itu menunjukkan pula tingginya prestasi manusia dalam kehidupan.  Maka, prestasi manusia sebenarnya adalah aktualisasi dari kemampuan-kemampuan dasar manusia.  Prestasi adalah wujud aktualisasi diri manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya dalam kehidupannya bersama sesama manusia dan makhluk lain.

 

 


LIMA LANGKAH  MEWUJUDKAN PRESTASI :

 

  1. 1.    Orang yang Berhasil adalah Pribadi yang Mengenal dan Menerima Diri Apa Adanya

Menerima diri apa adanya artinya menerima keadaan fisik kita, keadaan psikologis kita, karakter dan kepribadian kita.  Setelah menerima kemudian mengenali bakat, kemampuan, kekurangan dan kelemahan kita, lalu mencoba berbuat untuk menjadi lebih baik dan meraih apa yang kita inginkan.

2.   Orang yang Berhasil adalah Pribadi Utuh

Pribadi Utuh adalah pribadi yang secara fisik, mental, moral, sosial dan kerohanian mampu menerima segala kenyataan dan mengolahnya kenyataannya hidupnya itu untuk kebahagiaan pribadinya

3.   Orang yang Berhasil adalah Pribadi Mandiri, Kreatif dan Inovatif

Kemandirian adalah cerminan percaya diri, mampu melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan, menguasai keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang kerjanya, menghargai waktu dan memiliki tanggung jawab.  Kreatif ada;ah selalu mencari jalan pemecahan baru atas masalah-masalah yang dihadapi, memiliki gagasan atas suatu masalah, memiliki rasa keindahan, suka membaca dan mencari pengetahuan baru, senang perubahan, memiliki imajinasi, dsb.  Inovasi tercermin dari orang yang memiliki inisiatif tinggi untuk mewujudkan kemandirian dan kreativitasnya dalam suatu tindakan nyata.

4.   Orang yang Berhasil adalah Pribadi yang Memiliki Disiplin Diri

Untuk mendisiplinkan diri kita harus mau bersabar dan memiliki keyakinan kuat serta kemauan keras

5.   Orang yang Berhasil adalah Pribadi yang Termotivasi

Motivasi menjadi daya dorong untuk berprestasi dan meraih keberhasilan.  Motivasi tidak dengan sendirinya ada sehingga harus ditumbuhkan dan terus dipelihara.  Dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu usaha sadar untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku atau tindakan demi pencapaian suatu hasil, tujuan, cita-cita dan nilai tertentu termasuk di dalamnya kebutuhan untuk berprestasi.

 

SIKAP POSITIF TERHADAP PELUANG UNTUK BERPRESTASI

 

Manusia yang memandang kehidupan dengan pandangan yang optimis biasanya memiliki sikap hidup positif.  Sikap hidup positif dapat mengantarkan pribadi-pribadi yang memilikinya untuk meraih prestasi.  Apa saja sikap hidup positif yang dimaksud ?

 

  1. Beriman dan bertakwa

Motivasi hidup bagi orang yang bersikap positif adalah pengabdian.  Mereka berbuat atau berkarya dalam hidup didasari motivasi pengabdian yang murni bagi kemuliaan Tuhan serta ingin menjunjung peradaban umat manusia sebagai makhluk yang berbudaya.  Orang seperti ini akan selalu menjaga amanah/kredibilitas dirinya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa sehingga akan menghasilkan kebaikan bagi dirinya dan orang lain.

  1. Selalu introspeksi diri agar dapat mengenali kekurangan dan kelebihannya sendiri.  Selanjutnya dia mengambil langkah untuk mengatasi kekurangannya dengan belajar atau berlatih atau bertanya dan terus bertekad kuat untuk memperbaiki diri.  Sedangkan kesadaran akan kelebihan pribadi yang dimilikinya hendaknya mendorongnya untuk berprestasi atau berbuat atau menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan (lebih baik lagi juga bermanfaat bagi) orang lain.
  2. Kecintaan kepada IPTEK

Orang yang bersikap positif menggunakan Iptek untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan serta menjadi sarana mencapai prestasi dan kesejahteraan umat manusia.

  1. Kecintaan pada Lingkungan

Kesuksesan dan prestasi yang baik harus berdampak positif bagi lingkungan, baik lingkungan alam sekitar maupun lingkungan masyarakat.

  1. Keberanian berkarya/Keberanian berinovasi dari tradisional ke arah maju/modern

Kehidupan yang statis dalam masyarakat tradisional umumnya diakibatkan oleh sikap hidup masyarakat yang tidak berani berubah.  Padahal keberanian berubah akan mendorong timbulnya kemajuan.  Untuk itu sikap kreatif dan inovatif perlu dikembangkan sehingga pola kerja tradisional yang kurang produktif dapat ditingkatkan secara lebih optimal.

  1. Optimisme yang realistis

Optimisme adalah sikap hidup yang dipenuhi dengan harapan keberhasilan usaha.  Orang akan memiliki semangat kerja yang cukup apabila didorong oleh rasa optimisme yang realistis, artinya dalam jangkauan kemungkinan untuk tercapai.

  1. Ketekunan pada Bidang Kerja

Pembinaan kualitas mental dan etos kerja merupakan sesuatu yang harus terus-menerus dilakukan dari setiap diri manusia atau bangsa yang ingin maju dan berprestasi

  1. Mengembangkan Jaringan Pengembangan Usaha yang Dijiwai Semangat Kooperatif

Gotong royong sebagai jiwa kehidupan masyarakat Indonesia menjadi potensi positif bangsa yang semestinya dilestarikan.  Seseorang yang suka mengembangkan hubungan baik dan kerja sama dengan orang lain akan lebih cepat berprestasi dalam bidang yang ditekuninya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s