Education or Infortainment

Gb di ambil : http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR7H-Pw5X7MenB5T8qf92wwQTPu39RNXoAkTgTtXRAaBQND5Cby_g

Hampir semua Iklan/brosur/Company profil menyajikan orang yang sukses dan tersenyum.

Ada Berbagai jenis Usaha/Bisnis di dunia ini. Salah satunya adalah dengan mengatasnamakan pendidikan dan sudah menjadi “Rahasia Umum” bahwa satuan pendidikan dari mulai yang terendah sampai tertinggi, baik Negeri maupun swasta sudah mulai menjualnya dengan harga yang selangit. “Mata Duitan” mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan sekarang ini. Tentu saja tidak dalam semua kasus tuduhan seperti itu benar, tetapi juga tidak seluruhnya juga salah.

Sejak zaman dahulu kala, sekolah swasta utamanya apalagi dianggap bergengsi dapat memungut biaya seenaknya dan semaunyaa dari peserta didik dengan dalih untuk pengembangan sarana dan prasarana, mutu dan kawan-kawannya.

Di sisi lain walaupun tidak sering , bukan sesuatu yang luar biasa seorang guru menampar muridnya. Jarang sekali bahkan hamper tidak ada siswa atau bahkan setelah jadi alumni membalas dendam secara fisisk terhadap gurunya. Bandingkan dengan sekarang, seorang guru menggertak apalagi menampar muridnya, berbagai hal sudah antri dibelakangnya. Wartawan siap dengan tintanya untuk menulis besar-besar kejadian tersebut, LSM, Komisi Perlindungan anak, Masyarakat bahkan Orang Tuanya siap memperkarakan di Meja Hijau. Selain  itu, guru tersebut berpotensi untuk mendapatkan balas dendam secara fisik dari muridnya. Padahal Kekerasan ( dalam bentuk tamparan atau bentakan ) pad pendidikan masa lalu lebih untuk dimaksudkan sebagai cara penegakan disiplin walaupun saya idak menganjurkan kekerasan dalm bentuk apapun.

Mungkin rasanya dengan pendidikan sekarang ini ada yang salah. Muali pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi pun Guru / dosen tidak lagi berani menegakkan disiplin dengan ketat ( kecuali pendidikan-pendidikan semi Militer ). Mereka lebih mementingkan mendapat hasil penilaian siswa yang baik.

Rupa-rupanya fenomena sekarang ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan pelaku pendidikan mengingkan konsep pendidikannya menjadi seperti stasiun TV. Dalam Hal apa? Dalam hal menghibur. Sekarang saja banyak istilah Education and Entertainment (edutainment). Belajar harus menghibur, kalau proses belajar tidak menghibur, Anda mungkin dianggap jadul alias Kuno. Hari gini belajar serius?? No way.. Guru/Dosen itu entertaint begitulah pikir siswa saat ini. Lihat saja siaran-siaran TV saat ini yang banyak menggabungkan Informasi dan Hiburan (Infotainment). Rata-rata per hari saat ini stasiun TV menyiarkan acara infotainment sebanyak 16 program, artinya setiap 1.5 jam ada program infotainment. Program-program seperti ini kalau ditayangkan terus menerus kahirnya tidak lagi menghibur karena berlebihan.

Lihatlah Iklan, Brosur / pamflet yang ada, semua satuan pendidkan menampilkan pembelajaran dengan tersenyum, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, satpam, tukang kebun bahakan pedagang jajanan di sekitar sekolah. Dari awal sampai akhir semuanya tersenyum bahakan tertawa. Tidak mengheran apabila kemudian hari siswa tersebut mengeluh apabila mendapat tekanan karena tidak sesuai dengan apa yang terdapat dalam iklan, unsur-unsur entertaintnya hilang.

Sangat baik kalau iklan, brosur, pamphlet atau Company Profil sekolah tersebut tidak hanya menampilkan yang tersenyum saja, tetapi ada juga tangis, emosi serta keringat dalam proses belajar, barulah silahkan diakhiri dengan senyum dan tawa yang semuanya itu dalah proses belajar, untuk menjadi bagian proses menjadi manusia yang berakhlakul karimah, unggul dalam prestasi serta terampil dalam ilmu teknologi.

MARILAH MENJADI GENERASI YANG CERDAS, CEMERLANG OTAK KITA BERMARTABAT PERILAKU KITA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s