MEWUJUDKAN MIMPI DENGAN USAHA DAN DO’A

Hidup tanpa asa menjadi hampa, yang terasa kemudian hanya rutinitas tanpa arah. Adanya asa menunjukkan adanya gairah hidup. Meminjam istilah iklan merk rokok terkenal, adanya harapan menjadikan “hidup lebih hidup”. Impian dan harapan takkan berbuah nyata tanpa usaha dan do’a. Harapan tanpa usaha tak lebih bagaikan pungguk merindukan rembulan, alias suatu hil yang mustahal (meminjam kalimat ampuh alm. Asmuni, pelawak asal Jawa Timur). Jika ingin harapan teruwujud, mutlak harus ada usaha. Tanpa usaha takan terjadi perubahan. Itulah yang ditunjukkan ajaran Islam sebagaimana yang ada dalam alqur’an surat al-ra’d ayat 11 :

 إنَّ اللهُ لاَ يُغَيِّرُ مَا ِبقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh penting yang mempengaruhi warna dunia lahir karena impian besar. Namun impian besar tersebut tidak datang tiba-tiba hanya karena keberuntungan semata. Impian besar tersebut lahir melalui perjuangan tak kenal lelah dan putus asa. Thomas Alfa Edison harus berjuang hingga mengalami ribuan kegagalan untuk mewujudkan mimpinya membuat terang dunia. Begitupun dengan Issac Newton, Albert Einstein, Ibnu Sina, al-Kindi, Mahatma Gandi, dan lainnya. Bahwa mereka pun sering mengalami kegagalan itu hal biasa. Edison menanggapi ribuan kegagalannya dengan enteng mengatakan bahwa jika telah mengalami ribuan kegagalan, berarti kita semakin dekat dengan keberhasilan karena kita menjadi tahu ada ribuan cara yang tidak berhasil yang membuat kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tentu kita masih ingat pepatah kuno yang mengatakan bahwa “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”.

Di sisi  lain usaha tanpa do’a tidak akan sempurna. Do’a memberikan kekuatan diri untuk lebih termotivasi berusaha keras mewujudkan impian. Usaha dan doa merupakan senjata utama meraih harapan. Pepatah bangsa Arab mengatakan bahwa : الدُّعَاءُ صِلاَحِ المُؤْمِنِيْنَ  yang artinya “doa merupakan senjata bagi orang muslim.”

Allah menjamin akan mengabulkan doa hamba-hambaNya yang berdo’a dengan sungguh-sungguh, seperti yang telah dijelaskan dalam surat al-baqarah ayat 186:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

 

Ayat diatas menjelaskan bahwa sebenarnya Allah sangat dekat dengan kita, Allah akan mengabulkan doa kita jika kita berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh serta senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ajaran Islam memandang bahwa orang yang tidak pernah berdoa menunjukan bahwa dia merupakan orang yang sombong, padahal manusia sama sekali tidak berhak untuk bersombong diri karena semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan-Nya. Manusia yang sombong diancam akan masuk neraka dalam keadaan hina. Seperti yang dijelaskan dalam surat al-mukmin ayat 60 :

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Al-Mukmin, ayat:60)

Doa setiap orang berbeda waktu terkabulnya. Ada yang serta merta terkabul atau bertahun-tahun baru terkabul. Jika yang terjadi adalah doa dan harapan kita tidak terwujud maka yakinlah bahwa Allah pasti tahu yang terbaik untuk kita dan Dia telah menyiapkan skenario yang indah untuk kita.

Jalaludin Rahmat dalam bukunya “Memaknai Kematian” mengisahkan sebuah kisah sufistik yang terdapat dalam hadits Qudsi yang inti ceritanya menyebutkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang raja yang zalim yang sakit keras dan hampir mati. Para tabib sudah angkat tangan karena satu-satunya obat yang dapat mengatasinya hanya didapat dari sejenis ikan yang pada waktu itu bukanlah musim ikan tersebut, karenanya mustahil jika mengaharap mendapatkanya. Dia berdoa dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Akhirnya dia sembuh dari penyatitnya. Di negeri lain ada raja yang baik dan bijaksana menderita penyaki yang sama. Para tabib menyatakan ikan yang sama sebagai obatnya. Pada waktu itu musim ikan tersebut, sehingga seharusnya dia dapat dengan mudah mendapatkanya. Dia lalu berdoa. Namun ternyata Tuhan tidak mengabulkannya. Akhirnya raja tersebut meninggal dunia. Para Malaikat bertanya akan keputusan Allah tersebut. Jawabannya adalah meski raja tersebut sangat zalim dan selalu berbuat dosa, namun dia pernah berbuat baik. Maka sebelum dia meninggal dunia, Allah mensegerakan membalas amal baik yang pernah dilakukannya, supaya dia datang pada Allah dengan hanya membawa dosa-dosanya. Demikian pula raja yang saleh itu, meski dia banyak berbuat baik, dia juga pernah berbuat buruk. Menjelang kematianya masih ada dosanya yang belum terbalas. Maka Allah menolak doanya supaya dia datang kepada Allah hanya dengan membawa amal kebaikanya.

Mendengar kisah tersebut, kita tidak berharap mendapat cobaan berat atas dosa yang kita perbuat seperti yang dialami raja saleh tersebut. Tapi kita pun pasti tidak ingin doa kita terkabul hanya sebagai balasan kontan Allah atas kebaikan kita seperti kisah raja yang zalim tersebut. Naudzu billah mindzalik.

4 thoughts on “MEWUJUDKAN MIMPI DENGAN USAHA DAN DO’A

  1. Ping-balik: Mewujudkan mimpi dengan usaha dan doa « muzarqoniblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s