SISTEM PEMBELAJARAN DALAM STANDAR PROSES PENDIDIKAN

SISTEM PEMBELAJARAN DALAM

STANDAR PROSES PENDIDIKAN

Oleh: M. Azhar Latif

  1. Pengertian dan Kegunaan Sistem

    Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

    Definisi tentang sistem selalu berkembang sesuai dengan konteks dimana pengertian sistem itu digunakan. Misalnya kumpulan dari bagian-bagian yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama seperti sistem tata surya, sistem pencernaan, sistem komputer, sistem pembelajaran dan lain-lain. Ada juga yang mengatakan bahwa sistem terdiri dari unsur-unsur seperti input, processing, serta output (seperti sistem kerja komputer).

    Berikut ini adalah pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:

    1. Salisbury.

      A system is a group of components working together as a functional unit. Sistem adalah sekelompok bagian-bagian atau komponen yang bekerja sama sebagai suatu kesatuan fungsi.

    2. Pilecki.

      Sistem adalah sekumpulan objek dan menghubungkan objek itu dengan atributnya atu dengan kata  lain, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian, atribut dari bagian dan hubungan antara bagian dengan atribut.

    3. Webster’s Unabridged.

      Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.

    4. Ludwig Von Bertalanffy.

      Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan  yang sama.

    5. Raymond Mcleod.

      Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.

    6. Gordon B. Davis.

      Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.

    7. Robert Allen & Mark Victor Hansen.

      Sistem adalah prosedur yang terorganisir dan mapan yang membuahkan hasil.

    8. Djekky R. Djoht.

      Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi, atau bergerak dalam satu kesatuan.

    9. Umar Fahmi Achmadi

      Sistem adalah tatanan yang menggambarkan adanya rangkaian berbagai komponen yang memiliki hubungan serta tujuan bersama secara serasi, terkoordinasi yang bekerja atau berjalan dalam jangka waktu tertentu dan terencana.

    10. Zulkufli A. M.

      Sistem adalah himpunan sesuatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif

    11. Koentjaraningrat.

      Sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak; suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi. Sehubungan dengan itu, maka setiap ilmu lazimnya mulai dengan merumuskan suatu batasan (definisi) perihal apa yang hendak dijadikan objek studinya.

    12. Anatol Raporot

      Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

    13. L. Ackof.

      Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

    14. Jerry Fith Gerald.

      Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

    Secara umum pengertian sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan perencanaan yakni pengambilan keputusan bagaimana memberdayakan komponen agar tujuan berhasil secara maksimal.

    Secara garis besar, sistem dapat dibagi menjadi dua :

    1. Sistem Fisik ( Physical System ) :

      Kumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya. Contoh : sistem transportasi, yang terdiri dari petugas, mesin, organisasi yang menjalankan transportasi. Sistem komputer yang terdiri dari peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data.

    2. Sistem Abstrak ( Abstract System) :

      Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya. Contoh : Sistem Theologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

    Berdasarkan definisi dan pengertian di atas, maka terdapat beberapa hal penting yang menjadi karakteristik suatu sistem:

    1. Main
      objection (tujuan utama): pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.
    2. Proses: rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
    3. Organisasi: mencakup struktur dan fungsi organisasi
    4. Interaksi: saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
    5. Interdependensi: bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang lainnya.
    6. Integrasi: suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.

    Berkaitan dengan uraian di atas pembelajaran dikatakan sebagai sistem karena pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan, yakni membelajarkan siswa. Pembelajaran melalui proses yang merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak komponen yang saling berinteraksi, interdependensi dan terintegrasi. Oleh karena itu seorang guru sebagai faktor utama dalam sistem pembelajaran perlu memahami sistem dengan baik supaya dapat merencanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dengan hasil yang diharapkan.

    Menurut Oemar Hamalik (2001) pembelajaran sebagai suatu sistem artinya suatu keseluruhan dari komponen-komponen yang berinteraksi dan berinterelasi antara satu sama lain dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Sistem bermanfaat untuk merencanakan suatu proses pembelajaran, karena perencanaan merupakan proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan (Ely, 1979). Proses pembelajaran dengan perencanaan yang sistematis diharapkan; pertama, peluang keberhasilan untuk mencapai tujuan yang diharapkan lebih besar. Kedua, terhindar dari hambatan yang kemungkinan muncul tidak terduga. Ketiga, fasilitas dan sumber yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan lebih maksimal sesuai dengan tujuan pembelajaran.

  2. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Sistem Pembelajaran

    Dalam pendekatan sistem, pembelajaran merupakan suatu kesatuan dari komponen-komponen pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, karena satu sama lain saling mendukung. Komponen-komponen tersebut dapat menunjang kualitas pembelajaran.

    1. Faktor Guru

      Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Guru tidak hanya berperaan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru.

      Guru adalah sebuah profesi. Pelaksanaan tugas guru harus profesional. Walaupun guru sebagai seorang individu yang memiliki kebutuhan pribadi dan memiliki keunikan tersendiri sebagai pribadi, namun guru mengemban tugas mengantarkan anak didiknya mencapai tujuan. Untuk itu guru harus menguasai seperangkat kemampuan yang disebut dengan kompetensi guru. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjadi guru yang profesional. Kompetensi guru itu mencakup kemampuan menguasai siswa, menguasai tujuan, menguasai metode pembelajaran, menguasi materi, menguasai cara mengevaluasi, menguasai alat pembelajaran, dan menguasai lingkungan belajar. (Soetopo, 2005).

      Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Menurut Usman (1990) ada empat peran guru dalam pembelajaran, yaitu: (1) sebagai demonstrator, lecturer (pengajar), (2) sebagai pengelola kelas, (3) sebagai mediator dan fasilitator, dan (4) sebagai motivator.

    2. Faktor Siswa

      Teori didaktik metodik telah bergeser dalam menempatkan siswa sebagai komponen proses belajar mengajar (PBM). Siswa yang semula dipandang sebagai objek pendidikan bergeser sebagai subjek pendidikan. Sebagai subjek, siswa adalah kunci dari semua pelaksanaan pendidikan. Tiada pendidikan tanpa anak didik. Untuk itu siswa harus dipahami dan dilayani sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya sebagai siswa.

      Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa, tingkat sosial ekonomi, keluarga siswa merupakan aspek latar belakang yang mempengaruhi proses pembelajaran. Selain itu, sikap dan penampilan siswa di kelas juga dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran.

    3. Faktor Sarana dan Prasarana

      Kelengkapan sarana dan prasarana akan sangat membantu guru dalam menyelenggarakan pembelajaran, dengan demikian sarana dan prasarana berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu pemerintah seharusnya lebih memperhatikan lagi faktor ini, karena pada kenyataannya bantuan yang diberikan oleh pemerintah belum merata ke seluruh sekolah yang membutuhkan. Justru sekolah-sekolah yang sudah maju dengan yang jumlah siswa banyak yang mendapatkan bantuan sarana dan prasarana. Sedangkan sekolah-sekolah dengan siswa sedikit yang berada di pelosok daerah mendapat bantuan yang minim, karena dalam pemberian bantuan sering digunakan dengan prosentase jumlah siswa.

    4. Faktor Lingkungan

      Mengelola lingkungan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas bukan merupakan tugas yang ringan. Oleh karenanya guru harus banyak belajar. Doyle (1986) berpendapat bahwa hal-hal yang menyebabkan pengelolaan kelas mempunyai beberapa dimensi. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Emersen, Everston dan Anderson (1980), peristiwa yang terjadi pada waktu awal-awal sekolah banyak berpengaruh terhadap pengelolaan kelas pada tingkat-tingkat berikutnya.

      Dilihat dari dimensi lingkungan, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis.

      Organisasi kelas yang terlau besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Borden (2001) menyarankan agar setiap anak mempunyai ruang gerak sedikitnya tiga meter persegi. Madrasah Jenderal Sudirman memiliki ruang kelas yang cukup representative yaitu dengan ukuran 6 x 8 meter persegi. Namun demikian, semuanya tergantung kepada niat guru dan siswa. Sebagaimana yang dilakukan oleh RA. Kartini yang mampu mengangkat derajat wanita Indonesia.

      Iklim sosial-psikologis dapat terjadi secara internal dan eksternal. Diharapkan semua yang terlibat dalam sistem pembelajaran dapat berinteraksi dengan baik, agar tujuan proses pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Faktor lingkungan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh besar, karena semuanya kembali kepada individu masing-masing. Sebagai contoh, Nabi Musa AS. dibesarkan di lingkungan kerajaan Fir’aun. Sedangkan Musa Samiri (penyembah lembu) semasa kecil dirawat dan dididik oleh Malaikat Jibril AS.

  3. Komponen-komponen dalam Sistem Pembelajaran
    1. Tujuan

      Sistem pembelajaran sangat tergantung dengan tujuan pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa, apa yang harus dimiliki siswa, semua tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan disusun berdasarkan ciri karakteristik anak dan arah yang ingin dicapai.

      Tujuan belajar adalah sejumah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa (Hamalik, 2003). Lebih lanjut menurut Oemar Hamalik, bahwasannya komponen tujuan pembelajaran, meliputi: (1) tingkah laku, (2) kondisi-kondisi tes, (3) standar (ukuran) perilaku.

    2. Isi atau Materi Pelajaran

      Materi pembelajaran dalam arti yang luas tidak hanya yang tertuang dalam buku paket yang diwajibkan, akan tetapi mencakup keseluruhan materi pembelajaran. Setiap aktivitas belajar-mengajar harus ada materinya. Semua materi pembelajaran harus diorganisasikan secara sistematis agar mudah dipahami oleh anak. Materi disusun berdasarkan tujuan dan karakteristik siswa.

    3. Startegi atau metode pembelajaran

      Keberhasilan dalam mencapai tujuan juga sangat tergantung pada komponen ini. Bagaimana lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan dengan strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan.

    4. Alat dan sumber belajar

      Agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa, maka dalam proses belajar-mengajar digunakan alat pembelajaran. Alat pembelajaran dapat berupa benda yang sesungguhnya, imitasi, gambar, bagan, grafik, tabulasi dan sebagainya yang dituangkan dalam media. Media itu dapat berupa alat elektronik, alat cetak, dan tiruan.

      Menggunakan sarana atau alat pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan, siawa, materi, dan metode pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang memadai (Asnawir, 2002) diperlukan guru yang handal dan mempunyai kemampuan (capability) yang tinggi.

    5. Evaluasi

      Evaluasi dapat digunakan untuk menyusun graduasi kemampuan anak didik, sehingga ada penanda simbolik yang dilaporkan kepada semua pihak. Evaluasi dilaksanakan secara komprehensif, obyektif, kooperatif, dan efektif. Evaluasi dilaksanakan berpedoman pada tujuan dan materi pembelajaran.

      Guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil tes dan menetapkan standar keberhasilan. Sebagai contoh, jika semua siswa sudah menguasai kompetensi dasar, maka pelajaran dapat dilanjutkan dengan catatan guru memberikan perbaikan (remidial) kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan. Dengan adanya evaluasi, maka dapat diketahui kompetensi dasar, materi, atau individu yang belum mencapai ketuntasan. (Madjid, 2005) Melalui evaluasi guru dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem pembelajaran.

      Menentukan dan menganalisis kelima komponen pokok dalam proses pembelajaran di atas, akan dapat membantu guru dalam memprediksi keberhasilan proses pembelajaran.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s